Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19

Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19



salam pendidik


Banyak kendala yang dihadapi guru, orang tua, dan anak selama pembelajaran jarak jauh.


kendala guru diantaranya :

● Guru kesulitan mengelola PJJ dan cenderung fokus pada penuntasan kurikulum.

● Waktu pembelajaran berkurang sehingga guru tidak mungkin memenuhi beban jam mengajar.

● Guru kesulitan komunikasi dengan orang tua sebagai mitra di rumah.


kendala orangtua diantaranya :

● Tidak semua orang tua mampu mendampingi anak belajar di rumah karena ada tanggung jawab lainnya (kerja, urusan rumah, dsb).

● Kesulitan orang tua dalam memahami pelajaran dan memotivasi anak saat mendampingi belajar di rumah


kendala siswa diantaranya :

● Siswa kesulitan konsentrasi belajar dari rumah dan mengeluhkan beratnya penugasan soal dari guru.

● Peningkatan rasa stress dan jenuh akibat isolasi berkelanjutan berpotensi menimbulkan rasa cemas dan depresi bagi anak.


dan kendala ketiganya adalah : 

● Akses ke sumber belajar dengan bermacam kendala, baik masalah jangkauan listrik ataupun jaringan internet. maupun dana untuk aksesnya.


# namun yang mengagetkan, studi penelitian mengungkapkan bahwa Kelangsungan belajar mengajar yang tidak dilakukan di sekolah ternyata berpotensi menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan.

Untuk mengantisipasi konsekuensi negatif dan isu dari pembelajaran jarak jauh, pemerintah mengimplementasikan dua kebijakan baru yaitu :

  1. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka diperbolehkan untuk semua jenjang yang berada zona hijau dan zona kuning.
  2. bagi kondisi khusus, Sekolah diberi fleksibilitas untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa (bagi zona oranye & merah).

intinya, JIKA KONDISI sebagaimana poin 1 di atas. maka :
  • Pembelajaran tatap muka di sekolah diperbolehkan untuk zona hijau dan zona kuning. 
  • Walaupun di zona hijau dan kuning, sekolah tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka tanpa persetujuan Pemda/Kanwil dan Kepala Sekolah.
pembelajaran tatap muka di sekolah diperbolehkan untuk zona aman mengikuti protokol kesehatan dengan adanya persetujuan pemerintah dan kepala sekolah serta orang tua siswa namun tentunya kebijakan tatap muka ini tidak diwajibkan. 

 JIKA KONDISI sebagaimana poin 2 di atas. maka :

  • Untuk meringankan kesulitan pembelajaran di masa COVID-19, kurikulum darurat & modul pembelajaran dapat digunakan. (Kurikulum darurat merupakan penyederhanaan kompetensi dasar yang mengacu pada kurikulum 2013 lebih ditekankan kepada literasi numerasi)

  • Untuk membantu siswa yang paling terdampak pandemi dan berpotensi paling tertinggal, guru perlu melakukan asesmen diagnostik 
  • pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan untuk guru. Guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu dan dapat fokus untuk memberikan pelajaran interaktif kepada siswa tanpa perlu mengejar pemenuhan jam.
lebih jelas mengenai asesmen diagnostik baca juga Asesmen Sederhana Untuk Diagnosis Secara Berkala Kondisi Siswa

 


*tambahan.
untuk melakukan asesmen diagnostik ada beberapa tools yang disediakan pemerintah. antaranya :
  1. AKSIsekolah literasi dan numerasi jenjang SD https://aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/aksisekolah/                                                                          
  2. AKSI membaca digital untuk jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK http://aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital/                                                                     
  3. Desatika: membangun desa dengan matematika – game siswa SD            https://s.id/DesatikaTrailer     (trailer)                                                                                           klik disini untuk mendownload gamenya.

0 Response to "Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel